Sebab Polsek Sumbermanjing masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan yang diambil. "Sampel makanan telah kami kirim ke laboratorium yang kita ambil dari masyarakat. Kita kini masih menunggu hasilnya, untuk bisa melakukan pemeriksaan," jelas Kapolsek Sumbermanjing Wetan AKP Z.D Patty ditemui di Mapolsek Sumbermanjing Wetan, Selasa (18/8/2009).
Bila nantinya, lanjut Patty, hasil laboratorium telah diterima baru akan memeriksa orang-orang yang terlibat dalam memasak. "Termasuk penjual ayam yang dibeli oleh warga," tegas mantan kapolsek Wagir.
Dugaan sementara warga keracunan, karena memakan menu makanan yang disajikan dalam acara malam agustusan. "Dugaan kuat karena makanan yang dikonsumsi," imbuh Patty.
Sampel makanan yang diambil didapatkan dari sisa makanan yang dikonsumsi warga. Bersama dinas kesehatan setempat sampel makanan itu dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Jawa Timur.
Pengambilan sampel makanan untuk dikirim ke laboratorium juga dibenarkan Kepala Puskesmas Sitiarjo drg Izzaa Elmailah, bahwa untuk memastikan penyebab keracunan dilakukan uji laboratorium.
"Sisa ayam bumbu bali dan oseng wortel dan kentang kita jadikan sampel dan mengirimnya ke laboratorium," ungkapnya ditemui di Puskesmas Sitiarjo. Bahkan dalam kejadian ini, Izza menyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Seperti diberitakan, perayaan agustusan di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, memakan korban. Sebanyak 95 warga tinggal di RT 25/RW 07 mengalami mual, muntah dan dehidrasi. Mereka diduga kuat mengalami keracunan makanan, Selasa (18/8/2009).
Dari 95 pasien yang mengalami gangguan pencernaan ini, 46 harus mendapatkan rawat inap di Puskesmas Sitiarjo. Sementara sisanya menjalani rawat jalan.
(fat/fat)











































