Belasan Pelajar Pingsan Saat Upacara

HUT ke-64 RI

Belasan Pelajar Pingsan Saat Upacara

- detikNews
Senin, 17 Agu 2009 12:49 WIB
Sumenep - Belasan pelajar SMP dan SMA yang mengikuti upacara 17 Agustus 2009 di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura pingsan. Mereka diduga tidak sarapan sehingga tak kuat saat di tengah terik matahari.

Bahkan peserta dari mahasiswa dan yang berpakaian korpri juga ada yang tidak mampu sehingga harus dibopong keluar area upacara. Para petugas medis rumah sakit RSD dr Moh Anwar Sumenep dan PMI tampak sibuk memberi pertolongan menggunakan tandu dan memberikan cairan.

Salah seorang siswa SMA yang juga peserta upacara, Nur Kholis mengatakan, teman sekolahnya yang pingsan itu karena kurang persiapan dan kondisi cuaca sangat panas.

"Awalnya mengaku pusing. Lalu, pingsan dan roboh tersungkur," terang Nur Kholis kepada wartawan di lokasi, Senin (17/8/2009).

Upacara 17 AgustusĀ  yang dipimpingdengan Komandan upacara Kapten ARH. Aris Teguh Prakoso (Danramil Pragaan) tersebut juga terlihat kurang hikmat, sebagian peserta upacara dari mahasiswa tidak konsentrasi dan membawa minuman meneral ke lapangan.

Salah seorang petugas medis RSD dr Moh Anwar Sumenep, Rahmad mengatakan, peserta upacara yang pingsan itu ada yang memang sakit dan ada yang diduga kurang persiapan.

"Kebanyakan pingsan karena pusing dan kekurangan cairan," ujar Rahmad kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan dr Cipto, Sumenep.

Pantauan deriksurabaya.com, peserta upacara yang berpakaian korpri banyak yang berteduh di bawah pohon, mereka banyak yang meninggalkan barisan sebelum dibubarkan.

Upacara yang berakhir pukul 10.45 WIB juga tidak ada amanat dari inspektur upacara. Dalam hal ini biasanya disampaikan Bupati Sumenep, Moh Ramdlan Siraj. Akibatanya, peserta upacara yang dari unsur polri banyak yang bertanya-tanya.

"Lho, kenapa kok gak ada amanat dari inspektur upacara ya?. Kalau upacara di polres kan ada amanat dari inspektur upacara yang dibacakan oleh Kapolres. Isinya ya amanat dari Kapolri," terangnya seraya meminta namanya tidak disebutkan.

(fat/fat)
Berita Terkait