"Satu jenazah ditemukan di bawah reruntuhan beton warung. Kita belum tahu identitasnya. Jenis kelaminnya laki-laki," kata Kasat Lantas Polres Ngawi Iptu Prayoga Angga kepada detiksurabaya.com di Jalan Raya Ngawi-Madiun Desa Tambakromo Kecamatan Geneng, Ngawi.
Jenazah para korban masih berada di RSUD dr Soeroto Ngawi setelah diotopsi. 3 jenazah sudah dikenali dan satu jenazah hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya.
3 korban tewas yang diketahui identitasnya adalah, Jalil (50) warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Masri (35) warga Dusun Kerten, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jateng, dan Danu Prianggo (21) warga Dusun Binangun, Kecamatan Wonotirto, Karanggayam, Kebumen.
Pantauan detiksurabaya.com, meski bangkai bus sudah dievakuasi warga masih berkerumun di lokasi. Bangkai bus naas itu rencananya di bawa ke Polres Ngawi.
Sementara itu 17 orang yang mengalami luka masih mendapat perawatan. Mereka tidak diizinkan pulang oleh pihak dokter. Dari 17 korban Luka diantaranya yakni Darmawan (29) warga Tawangsari Mojokerto, Ahmad Nuryanto (34) warga Karangendit Gebang Purworejo Jateng, Purwadi (45) warga Tawangrejo Jateng, Supardi (37) warga Purwodadi Jateng dan Tomi Nuryanto (33) warga Tamanan Kauman Ponorogo.
Sebelumnya, Bus Sumber Kencono dengan Nopol W 7354 UY jurusan Surabaya -Yogyakarta menerobos sungai dan warung milik Sumirah (50) di Jalan Raya Ngawi Madiun Desa Mbakromo Kecamatan Geneng, Ngawi. (wln/wln)










































