Informasi terbaru, tim Densus 88 Antiteror mengobok-obok di dua kecamatan di Mojokerto, Jawa Timur. Diyakini Noordin dan jaringannya bersembunyi di kawasan itu. Di masa lalu, memang Mojokerto termasuk jalur pelarian Noordin.
Sumber detikcom menyebutkan jika tim Densus sudah melakukan pengintaian di kawasan Pacet dan Trowulan sejak beberapa hari lalu. "Kamis malam informasinya tim Densus dari Solo juga digeser ke Mojokerto," kata sumber detikcom, Jumat (14/8/2009).
Sebenarnya selain Mojokerto, kawasan Tarik, Sidoarjo, juga sempat diobok-obok. Namun setelah dilakukan penyisiran, konsentrasi Densus diprioritaskan di Mojokerto.
Sebelumnya awal maret 2008 lalu, Densus sempat mendatangi Dinas Kependudukan (Dispenduk) dan Catatan Sipil Kota Mojokerto. Mereka menyelidi dr Agus Idrus, seseorang yang diduga jaringan anggota Jamaah Islamiyah (JI).
Kedatangan tiga orang dari Densus 88 ini untuk minta keterangan seputar Agus Purwantoro alias dr Agus Idrus yang beristrikan Masluchah.
Anggota Densus 88 itu meminta agar dipertemukan dengan Kepala Kecamatan Prajuritkulon serta Kepala Kelurahan Miji. Setelah dicek di arsip kependudukan, nama Masluchah didapat dan tinggal di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji.
Dokter Agus Idris ditangkap Polisi Diraja Malaysia bersama Abu Husna alias Abdurrahim karena pemalsuan paspor. Selain itu, dr Agus dikenali sebagai petinggi Jamaah Islamiyah (JI) jaringan teroris Poso menggantikan Hasanuddin yang telah dibekuk polisi sebelumnya.
Data lain usai pengeboman di depan Kedubes Australia pada 2005, diperoleh informasi Noordin pernah bersembunyi selama satu minggu di kawasan Pacet.
Bahkan gara-gara menyembunyikan gembong teroris Azahari dan Noordin M Top, warga bernama Fauzani yang juga pengasuk ponpes di Pacet ditangkap polisi pada Rabu, 6 Juli 2005.
(nrl/fat)











































