Tiga saksi itu dimintai keterangan di Mapolres Pasuruan pada Selasa (11/8/2009) kemarin. "Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku saat melintas di TKP terasa aneh dan nggronjal (Bergelombang), kemudian langsung gerbongnya terguling," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Syamsul Arifin saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (12/8/2009).
Selain itu polisi juga menyelidiki penyebab tergulingnya KA Mutiara Timur. Diantaranya akan memeriksa saksi penting dari pihak PT KAI yakni petugas
pengecekan rel.
"Sampai saat ini kami masih belum bisa memintai keterangannya. Karena saksi masih bertugas di lapangan melakukan pengecekan rel," jelasnya.
Sebelumnya KA Mutiara Timur terguling sekitar pukul 04.05 WIB di KM 69.300-200 Rejoso Pasuran. Akibat kejadian itu, empat gerbong miring dan satu gerbong lainnya terguling, Selasa (11/8/2009).
Saat itu kereta membawa dua rangkaian eksekutif, satu kereta makan dan 5 kereta bisnis. Masinis KA yang membawa ratusan penumpang itu bergerak dari Banyuwangi ke Surabaya adalah Eko dan asisten masinis Sukotjo.
(roi/fat)











































