Menurut Munawaroh ibu kandung Vieliges, penyakit itu terlihat ketika umur anaknya dua bulan. Kepala anaknya terlihat membesar. Dirinya tidak membawa anaknya ke dokter ataupun rumah sakit karena masalah biaya.
"Ini saja saya mau setelah dibujuk tetangga. Katanya biaya perawatan anak saya akan ditanggung pemerintah melalui asuransi kesehatan keluarga miskin," kata Munawaroh kepada wartawan di Ruang Nusa Indah, RSUD Pelem, Kediri, Selasa (11/8/2009).
Kondisi Vieliges, kata Munawaroh, tidak diketahui oleh suaminya Nanang Junaidi. Nanang saat ini merantau ke Malaysia dan bekerja sebagai TKI.
"Bapaknya berangkat seminggu setelah dia lahir, jadi sampai sekarang tidak tahu kalau anaknya seperti ini. Ini pun awalnya saya pikir bukan penyakit, tapi lama kelamaan terus membesar," tuturnya.
Kepala Bagian Humas RSUD Pelem, Kediri Abdul Roziq membenarkan penyakit yang diderita Vieliges adalah Hydrocepalus. Satu-satunya jalan untuk penyembuhannya dapat dilakukan melalui operasi.
"Tanpa bermaksud mengecilkan hati orangtuanya, operasi peluangnya kecil untuk penyembuhan. Tapi apa pun bentuk usaha kita lakukan, meski biayanya sangat besar," tandasnya. (wln/wln)











































