Staf PLN Arjasa Kabur, Massa Sweeping KMP Sumekar

Pelanggan PLN Mengamuk

Staf PLN Arjasa Kabur, Massa Sweeping KMP Sumekar

- detikNews
Senin, 10 Agu 2009 17:11 WIB
Sumenep - Emosi pelanggan PLN Arjasa yang berunjuk rasa di kantor PLN Jalan Pelabuhan Batuguluk, belum bisa diredam. Massa yang memprotes pemadaman dikurangi mulai dari 12 jam menjadi 5 jam, mensweeping staf dan pimpinan PLN serta menyandera KMP Sumekar 1 di Pelabuhan Batuguluk, Kangean.

Penyanderaan terhadap KMP Sumekar 1 itu dilakukan pengunjuk rasa karena dikabarkan sebagian staf dan pimpinan PLN akan melarikan diri ke daratan dan pelayanan PLN malam ini tidak akan normal.

Ratusan pengunjuk rasa langsung masuk ke KMP Sumekar 1, mereka menggeledah semua tempat penumpang dan memaksa nahkoda untuk tidak memberangkatkan kapal sebelum warga menemukan staf PLN dan pimpinannya.

Aksi sweeping di dalam kapal berlangsung hampir 30 menit. Ruang mesin dan sejumlah tempat yang dimungkinkan dijadikan persembunyian tak luput dari penggeledahan warga. Aksi pengunjuk rasa tersebut membuahkan hasil.

Dua orang staf PLN Arjasa yakni Said (38) warga Desa Kalikatak dan Musafak (41) warga Desa Paseraman Kecamatan Arjasa ditemukan bersembunyi di ruang VIP. Pengunjuk rasa menduga pihak kapal juga ikut menyelamatkan para staf PLN Arjasa.

Kepala Desa Kalikatak (Pulau Kangean) Kecamatan Arjasa, Sumenep, Moh Rusli mengaku, aksi pelanggan PLN Arjasa tersebut merupakan puncak kemarahan. "Mau tidak mau, saya juga ikut mencari para staf PLN yang akan lari dari tanggungjawabnya," kata Rusli kepada detiksurabaya.com saat dihubungi via telepon, Senin (10/8/2009).

Tidak ada kekerasan fisik dalam aksi itu, namun dua staf PLN langsung digelandang warga ke kantor PLN untuk mempertanggungjawabkan buruknya pelayanan PLN yang sudah berlangsung sekitar 3 bulan terakhir.

"Pertemuan dengan pelanggan itu tidak cukup, tapi pelayanan 12 jam itu yang harus direalisasikan mulai malam ini," tegas Rusli dengan nada geram.

Sementara Koorlap Aksi, Ainur Hasyim menjelaskan para pelanggan PLN dari 15 desa masih berjaga-jaga, ada yang di Pelabuhan Batuguluk yang merupakan lintasan ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep dan sebagian ada di kantor PLN.

"Mereka masih mencari pimpinan PLN Arjasa yang menghilang. Kali ini hanya 2 stafnya yang gagal berangkat ke daratan," pungkasnya.
(fat/fat)
Berita Terkait