Korban, Abdul Wahid (2) asal Desa Kampung Sobik Desa Wru Timur, Kecamatan waru meregang nyawa setelah di Puskesmas Waru. Tak hanya Abdul Wahid saja yang keracunan. Misnati (25), ibunya dan Abdul Waris (6), kakak sulungnya terpaksa dirawat di puskesmas setempat.
Ibu dan anak itu juga keracunan dan muntah-muntah. Ada seorang lagi yang ikut keracunan. Yakni Muktip (6), keponakan Misnati yang kebetulan bermain di rumah bibinya.
"Kami tengah menyelidiki dan menyita sisa makanan ringan itu," kata Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Mohamad Kholil saat dihubungi di kantornya Jalan Stadion, Senin (10/8/2009).
Kholil menuturkan, keracunan makanan ringan itu merupakan kasus pertama yang terjadi di Kabupaten Pamekasan selama tahun 2009 ini. Khawatir kasus ini menyebar, Kholil memerintahkan anggotanya untuk menyita seluruh makanan ringan yang dicurigai mengandung racun. Makanan ringan tanpa merk itu dijajakan di sejumlah warung di Desa Waru Timur.
Kholil berjanji akan membawa sampel makanan ringan ke laboratorium forensik Polda Jatim. Jika memang mengandung racun, Kholil akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Anggota saya telah mengambil keterangan sang penjual makanan ringan itu," katanya.
Sementara Kholil sedang mengendus tempat asal makanan ringan itu diproduksi. Sedangkan mayat Abdul Wahid langsung dimakamkan di desanya. Kholil akan menyerahkan salinan keterangan otopsi ke laborat forensik untuk melengkapi penyelidikan kasus makanan ringan beracun itu.
(fat/fat)










































