Dari dua ponpes itu tercatat 68 santri terjangkit influenza. Masing-masing 57 santri di Ponpes Daarus Sa'adah dan 11 santri di Ponpes Al Itihad. Sementara Dua santri ponpes Daarus Sa'adah kini menjalani perawatan intensif di RSU Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Selain suhu badan naik dan demam tinggi, para santri juga didera batuk disertai sesak dan pilek sejak akhir pekan lalu. Puluhan santri ini langsung diisolasi di aula kedua ponpes. Kasus ini sekarang dalam pantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Dengan melakukan perawatan oleh tim medis dari puskesmas setempat melalui pemberian tamiflu.
Sementara Tim Surveilance Epidemiologo Flu Babi Dinkes Malang mengambil sampel lendir pada sejumlah santri di dua ponpes. Untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan status kondisi para santri.
"Kami sudah melakukan pengambilan sampel. Untuk dua santri dirujuk ke RSSA Malang guna mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena suhu badannya di atas 29 derajat," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin saat ditemui di Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim, Malang, Senin (10/8/2009).
Agus menambahkan, sebagai pencegahan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengasuh ponpes, agar para santri tidak melakukan kegiatan di luar ponpes. Selama menjalani perawatan pun harus menggunakan ruangan khusus seperti aula. "Agar tidak menyebar, karena dengan lingkungan padat atau homogen dapat dengan cepat menyebar," jelasnya.
Sementara Dinkes juga telah mengeluarkan surat kepada pimpinan pondok pesantren dan kepala sekolah se Kabupaten Malang segera melaporkan jika ditemukan santri atau siswa yang menderita gejala mirip flu babi.
Tujuannya, untuk mempermudah pengendalian serta menangani penyakit flu babi agar tak cepat menyebar di Kabupaten Malang. "Kasus ini telah masuk KLB. Pencegahan harus dengan cepat," tegasnya.
Selain itu, kata Agus, seluruh puskesmas juga disiagakan mengantisipasi ancaman mewabahnya penyakit flu babi ini. Disediakan juga stok tablet tamiflu dengan jumlah banyak untuk mencegah penularan penyakit flu babi.
Dari total 17 ribu tablet tamiflu, kini tersisa sekitar 9.200 tablet, sisanya digunakan untuk menangani pasien flu babi. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mendata lebih dari 150 pasien flu babi di Kecamatan Singosari dan Pagelaran.
Sementara Kantor Departemen Agama Kabupaten Malang mengantisipasi ancaman penularan virus A-H1N1 dengan menyebarkan 5 ribu masker ke seluruh Pondok Pesantren di Kabupaten Malang. Total sebanyak 580 Pesantren di Kabupaten Malang telah didistribusikan masker.
"Masker ini didanai dari Badan amil Zakat," kata Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Malang, Mustain dihubungi.
Dinkes Kabupaten Malang juga memberi penyuluhan kepada para pengasuh Pesantren se Kabupaten Malang sebagai langkah untuk mencegah penularan virus flu burung. (fat/fat)











































