Dirawat 58 Hari, Fery Bisa Bermain Lagi

Bocah Tersiram Minyak Goreng

Dirawat 58 Hari, Fery Bisa Bermain Lagi

- detikNews
Senin, 10 Agu 2009 09:25 WIB
Dirawat 58 Hari, Fery Bisa Bermain Lagi
Pamekasan - Derita Fery Falentino (30 bulan), yang tersiram minyak goreng awal Mei 2009 lalu, akhirnya berakhir. Bocah asal Desa Duko Timur, Kecamatan Tlanakan itu, kembali bisa bermain di kampung dan rumahnya.

Penderitaan panjang anak bungsu pasangan Sucipto dan Hendriyana itu, berakhir setelah dirawat intensif selama 58 hari di RSU Dr Soetomo Surabaya.

Perubahan nasib Fery yang berubah drastis itu sangat terbantukan oleh uluran tangan para pembaca detiksurabaya.com selama ini. Jika saja tak ada bantuan, maka luka bakar yang 40% melukai sekujur tubuh Fery masih menjadi santapan lalat yang mengerubutinya.

Musibah yang menimpa Fery terjadi Mei lalu, saat sedang bergurau dengan kakaknya. Tiba-tiba Fery tergelincir dan jatuh tepat di atas penggorengan penuh minyak goreng panas. Fery yang terluka bakar cukup parah itu hanya menjalani perawatan sederhana di Puskesmas Talang.

Dokter puskesmas membiarkan Fery dibawa pulang setelah dirawat selama sepekan. Di rumahnya, Fery hanya bisa menahan sakit dengan beralas tidur daun pisang. Penderitaannya bertambah panjang disaat segerombolan lalat mengerubungi luka bakar di tubuhnya.

Setelah sebulan tanpa perawatan medis, akhirnya nasib Fery diketahui wartawan dan memberitakannya. Setelah menjadi pemberitaan media cetak dan media online, sejumlah dermawan mengulurkan tangan untuk membantu Fery. Termasuk Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.

Fery akhirnya dirujuk ke RSU Dr Sutomo. Nasib Fery makin berubah, setelah sejumlah pembaca detiksurabaya.com ikut membiayai tindakan 3 kali operasi dan biaya rawat inap selama 58 hari.

Saat detiksurabaya.com menyambangi rumahnya, Senin (10/8/2009), Fery tampak menonton acara televisi ditemani kedua orangtuanya. Fery tampak menari sembari mulutnya mengunyah permen. Fery tampak menikmati lagu Tak Gendong-nya Mbah Surip. Dan gerakan Fery seperti anak-anak normal lainnya.

"Kami sangat bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah menunjuk para dermawan membantu biaya operasi pemulihan kulit Fery. Andai tak ada bantuan, betapa nasib Fery bakal tak jelas. Luka bakarnya pasti sulit tersembuhkan," papar Hendriyana, ibu kandung Fery yang didampingi Sucipto, suaminya.

Menurut Sucipto, Fery telah menjalani perawatan intensif selama 58 hari di RSU Dr Soetomo Surabaya. Selama rawat inap itu, Fery menjalani tiga kali operasi penanaman kulit di bagian kepala. "Kata dokter, luka bakar di kepala Fery adalah yang paling parah," ujar Sucipto.

Meski telah diizinkan pulang 4 Agustus lalu, namun Fery tetap harus menjalani rawat jalan. Sucipto telah mengurus surat rujukan dari Puskesmas Talang yang ditandatangani dr Dewi Koriati dan bakal digunakan Fery untuk kontrol ke RSU Dr Soetomo.

"Insya Allah, kami akan kontrol Fery pekan depan," kata Sucipto.
(fat/fat)
Berita Terkait