Ketujuh pasien ini telah seminggu ini menjalani perawatan di ruang observasi Avian Influenza RSSA Malang. Mereka juga telah dilakukan uji laboratorium dari uji rapid test.
"Kami masih melakukan upaya untuk mengetahui spesifik dari pasien H dan N melalui uji lab kembali," jelas Ketua Tim Penanggulangan Avian Influenza RSSA Malang, dr Gatot Ismano kepada detiksurabaya.com ditemui di RS, Minggu (9/8/2009).
Menurut Gatot Ismanu ketujuh pasien ini datang dengan kondisi lemah yang disertai batuk-batuk, pilek dan flu. Dari pemeriksaan awal diduga mereka terinfeksi virus A-H1N1 atau flu babi. Gatot menjelaskan para pasien ini merupakan rujukan dari puskesmas setempat. "Mereka dirujuk dari puskesmas masing-masing," ungkapnya.
Dari keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com ketujuh pasien ini mengalami gejala mirip flu babi, setelah pulang dari bepergian ke luar negeri. Akibatnya, setelah kembali ke tanah air mereka mengalami panas tinggi.
Gatot Ismanu menerangkan, diduga kuat para pasien saat melakukan perjalanan mengalami kenaikan suhu badan. "Mudah-mudahan ini bukan positif. Hanya akibat kondisi tubuh melemah," imbuh Gatot.
Sampai kini, tim medis masih memfokuskan pengembalian daya tahan tubuh pasien dengan memberikan tamiflu dan multivitamin. Agar nantinya kondisi para pasien cepat membaik dan terhindar dari ancaman virus flu babi.
Sekedar diketahui RSSA Malang telah menangani pasien dengan gejala mirip flu babi dan telah dinyatakan suspect sebanyak 4 orang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, semuanya diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan lima hari. Karena terbukti negatif dari hasil uji laboratorium. (fat/fat)











































