Warga yang berjumlah 43 orang itu dirawat di tiga tempat sejak Sabtu (1/8/2009) yakni Puskesmas Wonosalam, Puskesmas Bangsal dan RS Kristen Mojowarno.
"Mereka masih dirawat intensif dan diinfus karena kondisinya masih lemah dan diare hebat," kata dr jaga Puskesmas Bangsal, dr Varia kepada wartawan di sela-sela memeriksa pasien, Minggu (9/8/2009).
Dia menambahkan, para korban keracunan tiap harinya menghabiskan 4-5 cairan. Namun tak juga kunjung stabil dan normal.
Salah seorang korban yang masih dirawat, Yuniwati (23) mengaku kondisi tubuhnya masih lemah dan terus mengalami diare. Meski begitu dirinya tidak mengetahui siapa yang menanggung pengobatannya.
"Masih lemas mas. Tapi saya tidak tahu siapa yang menanggung," tambah wanita yang masih diinfus.
Sementara Kapolsek Bangsal, AKP Abdul Syukur mengaku keracunan yang dialami warga ini belum menentukan tersangka. Namun pihaknya sudah memeriksa 4 saksi termasuk salah satu pemilik rumah, H Seno (49) yang menggelar tahlilan.
Sebelumnya, puluhan warga terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah keracunan makanan berupa nasi soto setelah mengikuti tahlilan dan istighotsah di rumah H Seno, Sabtu (1/8/2009). Mereka mengaku perutnya perih dan kepalanya pusing setelah memakan hidangan soto.
(fat/fat)










































