Proses pemulangan AT dan AD dilakukan pada Sabtu (8/8/2009), setelah hasil tes sampel swap diterima tim dokter sehari sebelumnya.
"Hasilnya kami terima melalui fax kemarin sore dan hari ini keduanya resmi kami pulangkan," kata Ketua Tim Penanggulangan Flu Babi RSUD Gambiran, dr.Syahril Hidayat, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya.
Meski demikian, ditanya mengenai hasil tes laboratorium lebih detail, terkait penyakit apa yang sebenarnya diderita kedua pasien, Syahril enggan mengatakannya. "Kalau itu kan rahasia kami dengan BBLK Surabaya, dan sepertinya memang tidak penting untuk diekspos. Yang penting sekarang kedua pasien dinyatakan sehat dan boleh pulang," ujarnya.
Pasca dilakukannya pemulangan kedua pasien, tim dokter juga diakui tetap akan melakukan kontrol dengan melaksanakan penyelidikan epidemologi (PE). Selain untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien di rumah, hal tersebut dilakukan juga untuk mengetahui kemungkinan terjangkitinya orang-orang terdekat pasien oleh virus A H1N1.
"Ini sudah protap, karena memang virus A H1N1 biasanya kan memang menyebar cepat di lingkungan kecil. Jadi PE nanti akan kami lakukan di keluarganya dan lingkungan terdekat pasien," jelas Syahril.
Diberitakan sebelumnya, AT dan AD, yang tercatat tinggal di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, masuk ke RSUD Gambiran secara terpisah. AT masuk pada Sabtu (1/8/2009) pada pukul 16.00 WIB, sedangkan AD masuk pada Minggu (2/8/2009) sekitar pukul 08.00 WIB.
Keduanya sebelumnya dipastikan suspect setelah masuk ke rumah sakit dengan ciri-ciri yang menyerupai pasien positif flu babi, yaitu mengalami flu berat dengan disertai batuk, nyeri di persendian dan tenggorokan, dan panas tubuh tinggi mencapai 40 derajat celcius. Keduanya diduga terinveksi virus A H1N1 setelah sebelumnya menetap di daerah pandemis, yaitu Pondok Pesantren Darul Ulum dan Tebuireng, Jombang.
(bdh/bdh)











































