Simulasi sengaja digelar di Lumajang karena berdekatan dengan Gunung Semeru yang masih aktif dan diikuti oleh 7 provinsi BNPB. Simulasi ini akan digelar Sabtu (8/8/2009).
Kepala Pelaksana Harian Bakornas Peanggulangan Bencana, Dr Syamsul Muarif mengaku pihaknya sedang membangun Sistem Nasional Penanggulangan Bencana. Simulasi ini dilakukan bukan setelah ada bencana melainkan sebelum bencana itu datang.
"Jadi kita harus siap dalam keadaan apapun bila benacana itu akan datang," kata Syamsul Muarif di Gedung Sudjono Jalan Alun-Alun Selatan Lumajang-Jawa Timur, JumatĀ (7/8/2009)
Dalam simulasi itu Bupati Lumajang Sahrojat Masdar mendapat informasi dari Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur Desa Sumber Wuluh bahwa Gunung Semeru akan meletus. Bupati pun memerintahkan ke semua instansi seperti TNI/Polri bersama SAR mengevakuasi masyarakat dari tempat tinggalnya.
"Namun dalam latihan ini, kepekaan dan kesadaran masyarakat yang diutamakan dalam mengantisipasi bencana Semeru," tuturnya.
Dalam simulasi tanggap penanggulangan bencana Semeru, sebanyak 1.500 warga Desa Oro-oro Ombo dilibatkan, 500 personel TNI dan Polri dan 25 personel Dinas Kesehatan.
"Saya mohon dalam penanggulangan bencana pihak swasta d ikutkan ya, untuk sarana transportasi dan komunikasi," ungkap mantan jendral itu.
Sementara Bupati Lumajang Sahrojat Masdar mengaku untuk simulasi ini pihaknya sudah mempersiapkan sejak 3 bulan lalu. "Untuk besok sudah siap," kata Sahrojat.
Sedangkan wilayah rawan bencana Gunung Semeru yakni ada di 5 Kecamatan karena ada aliran lahar panas dan dingin, Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Tempeh dan Tempursari. (fat/fat)











































