2 pasien tersebut masing-masing berinsial AT (16) dan AD (15), warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Meski tidak memiliki ikatan persaudaraan, keduanya diduga terjangkiti virus A H1N1 setelah sebelumnya menetap di daerah pandemis, katena AT tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, sedangkan AD tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren Tebuireng.
AT diketahui masuk ke rumah sakit, Sabtu (1/8/2009) sekitar pukul 16.00 WIB. Sedangkan AD masuk pada Minggu (2/8/2009) sekitar pukul 08.00 WIB.
"Itu juga yang menjadi salah satu acuan kami untuk menetapkannya sebagai pasien positif flu babi," kata Ketua Tim Penanggulangan Flu Babi RSUD Gambiran, dr Sahril Hidayat saat ditemui detiksurabaya.com di tempat dinasnya, Senin (3/8/2009).
Untuk penanganan 2 pasien, tim dokter telah memberi obat antiviralles dan oceltamivir atau tamiflu. "Tadi saya sebutkan jika dia memiliki riwayat tinggal di daerah pandemis, dan yang lebih meyakinkan kami ya dari ciri-cirinya saat masuk ke rumah sakit," jelas Sahril.
Tim dokter juga akan mengambil sampel 2 pasien tersebut ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pihak RS mengaku tidak menutup kemungkinan akan merujuk ke-2 pasien ke RSU Dr Soetomo Surabaya.
"Sementara belum karena kami masih merasa mampu menanganinya dengan tenaga medis yang kami miliki. Tapi jika memang dianggap sudah harus dilakukan, pasti kami akan melakukannya," pungkasnya.
(fat/fat)











































