Rombongan Gerak Jalan Diterjang Motor Pengunjukrasa, 5 Luka

Rombongan Gerak Jalan Diterjang Motor Pengunjukrasa, 5 Luka

- detikNews
Senin, 03 Agu 2009 11:48 WIB
Ngawi - Rombongan siswi SMPN 1 Kecamatan Paron Ngawi, Jawa Timur yang sedang latihan baris berbaris atau gerak jalan untuk menyambut HUT Kemerdekaan berbuah duka.

Rombongan sejumlah 19 orang ini diseruduk motor rombongan perangkat Desa yang akan berunjuk rasa di kantor Bupati. Akibat kecelakaan tersebut 4 siswi dan 1 perangkat luka-luka dan di rawat di RS Widodo, Jalan Yos Sudarso, Ngawi, Senin (3/8/2009).

Keempat pelajar yang masih duduk di kelas 2 tersebut yakni Wahyu (14), Ine (14), Maida (14) dan Wuri (14) yang rata-rata luka kepala dan kaki. Sedangkan 1 perangkat yang luka yakni Sukarno (45) Kasun perangkat Desa Jagir Kecamatan Sine, penabrak mengalami luka pendarahan di kepala.

Nurhakim (42) Guru pelatih baris-berbaris SMPN 1 Paron kepada wartawan mengatakan bahwa tertabraknya 4 muridnya tersbut terjadi di Jalan Raya Paron Ngawi.

Saat latihan baris berbaris berjalan 1 Km dari utara Sekolah muncul ratusan rombongan
perangkat berkonvoi dengan sepeda motor menabrak barisan belakang yang sudah di pinggir jalan.

"Rombongan murid saya baru berjalan sekitar 1 Km, tiba-tiba ada sirine rombongan perangkat yang mau berdemo muncul dari Selatan menerabas barisan yang sudah di pinggir," jelas Nur.

Nur menambahkan bahwa saat latihan berbaris menyambut HUT RI ada sekitar 19 murid yang melakukan latihan rutin setiap hari, dan menurut rencana latihan hari ini akan masuk perkotaan Ngawi.

Sementara itu AKP Eni Mardiasri Kasat Lantas Polres Ngawi kepada detiksurabaya.com di lokasi unjuk rasa Pemkab Ngawi sudah ditangani dan para korban masih menjalani
perawatan di RS Widodo.

"Korban masih dirawat dan kemungkinan secepatnya akan dipulangkan karena kondisinya sebagian sudah membaik," jelas Eny. Dia menambahkan saat ini sebagai barang bukti polisi telah mengamankan motor honda supra Nopol AE 4119 JR milik Suparno.

Perlu diketahui saat ini sekitar seribu perangkat se Kabupaten Ngawi berunjuk rasa di kantor bupati Jalan Teuku Umar untuk menuntut penghasilan tetap yang belum dicairkan.

(gik/gik)
Berita Terkait