Sedangkan napi yang mengalami keseleo pada bagian tangan kirinya dilarikan ke RS International. "Korban napi, Anton dilarikan ke RSU dr Soetomo, tapi dia meminta dirawat di RS International," kata salah satu sumber Kanwil Depkum HAM Jawa Timur kepada detiksurabaya.com saat di Rutan Me daeng, Sabtu (1/8/2009).
Kejadian pengeroyokan itu dipicu kesombongan dan hubungan pria penghuni blok D yang tak harmonis terhadap para napi di blok-blok lainnya. Karena geram, sekitar pukul 13.30 WIB para napi pun mengeroyok Anton dan membuangnya di selokan.
"Perkaranya masih diselidiki, tapi dalam perkelahian itu bersumber dari masalah handphone," tambahnya.
Kini pihaknya masih berada di rumah sakit dan menunggu korban digips oleh tim dokter. Sementara korban tidak akan dikembalikan ke Rutan Medaeng, melainkan di tempat lain.
"Kita belum tentukan akan dipindah kemana. Masih menunggu perintah atasan," tegasnya.
(fat/fat)










































