Abu Semeru Guyur Kota Malang

Abu Semeru Guyur Kota Malang

- detikNews
Sabtu, 01 Agu 2009 17:40 WIB
Abu Semeru Guyur Kota Malang
Malang - Hampir seluruh wilayah Kota/Kabupaten Malang diguyur hujan abu disebabkan muntahan material vulkanik Gunung Semeru. Akibat guyuran hujan abu ini banyak kendaraan dan pengguna jalan di jalan raya terkotori abu vulkanik.

Bahkan pengendara roda dua harus harus menutup bagian kepala dengan helm full face. Dari pantuan detiksurabaya.com di wilayah Kota Malang dan sekitarnya, guyuran hujan abu sangat jelas terlihat. Bahkan jalanan protokol di Kota Malang tertutupi oleh abu.

Tak ketinggalan juga mobil atau kendaraan yang sedang diparkir di sepanjang jalan. Bagian atap mobil dan depan semua bodi mobil tertutup abu berwarna putih tersebut.

"Ini mobil sudah parkir beberapa jam tadi. Iya karena hujan abu mobil jadi putih seperti ini," kata salah satu petugas parkir pertokoan di Jalan Merdeka, Kota Malang kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Selain Kota Malang hujan abu juga mengguyur wilayah Kabupaten Malang. Diantaranya Kepanjen serta Tumpang dan Poncokusumo.

Menurut Kapolsek Poncokusumo AKP Gianto mengatakan, hujan abu terasa sejak Sabtu pagi tadi. Guyuran hujan abu ini mengakibatkan barang-barang di luar ruangan tertutup oleh abu.

Sementara ini hujan abu yang mengguyur Kota Malang serta Kabupaten Malang belum mempengaruhi pandangan ketika berada di jalan raya.

Sementara itu menurut Humas Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS) Nova Elina menuturkan, hujan abu ini dapat disebabkan oleh arah angin yang membawa abu vulkanik menuju daerah tersebut.

"Kalau angin menuju barat, pastinya wilayah Malang dan sekitarnya akan terkena imbas dari abu materail vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Semeru," jelasnya.

Nova mengungkapkan, sampai kini status dari Gunung Semeru masih belum berubah yakni status Waspada. Belum ada peningkatan aktivitas.

Meskipun memuntahkan abu vulkanik, katanya, kondisi ini tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat sekitar Gunung Semeru. Sebab, masyarakat setempat menganggap hujan abu sebagai kondisi yang wajar.

Sementara aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini juga relatif stabil. Berdasar pantauan petugas dari direktorat vulkanologi, mitigasi dan bencana geologi di pos pengamatan Gunung Sawur Lumajang, tidak diamati adanya aktivitas yang membahayakan.

Setiap hari terjadi letupan abu vulkanik di kawah Jonggring Saloka sebanyak 42 kali. Warna asap putih kelabu dengan tekanan gas antara sedang hingga kuat. Tinggi asap mencapai 300 hingga 600 meter di atas bibir kawah. Tidak dipantau adanya guguran awan panas yang membahayakan warga sekitar.

Petugas juga melakukan pemantauan seismik yakni melalui seismograph yang berada di Gunung Leker arah timur Gunung Semeru, dan di Besuk Bang arah tenggara Gunung Semeru. Alat ini mampu merekam jenis gempa berupa gempa tektonik jauh, tektonik lokal, vulkanik dangkal, vulkanik dalam, letusan dan guguran. (fat/fat)
Berita Terkait