Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, sekitar pukul 10.00 WIB, napi yang berusia sekitar 20 tahun itu didatangi beberapa napi.
"Karena ada salah paham sehingga beberapa napi lainnya memukul dan mendorongnya hingga terjatuh di selokan. Akibatnya dia mengalami patah tulang pergelangan tangan kirinya," kata salah satu sumber dari Rutan Medaeng, Waru Sidoarjo saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (1/8/2009).
Perkelahian antar napi itu dipisah oleh napi lainnya dan petugas keamanan rutan. Sedangkan napi yang menjadi korban dlarikan ke poliklinik rutan. Karena kondisinya tidak memungkinkan, sehingga korban dilarikan ke salah satu rumah sakit di Surabaya.
Kejadian itu dibenarkan oleh Kasubag Humas dan Laporan Kanwil Depkum HAM Jawa Timur Cahyo Sejati. "Memang tadi saya mendapat kabar jika ada perkelahian. Perkelahian itu disebabkan salah paham. Salah paham apa kami belum mendapatkan laporan secara detail," jelas Cahyo.
Rencananya, Cahyo akan mendatangi Rutan Medang untuk mengecek situasi dan kondisi pasa perkelahian. "Rencananya saya mau datang langsung, tapi tidak jadi karena situasinya sudah terkendali," tuturnya.
(roi/fat)











































