Dokter Lamban Datang, Pengasuh Ponpes Mencak-mencak

Puluhan Santri Demam Tinggi

Dokter Lamban Datang, Pengasuh Ponpes Mencak-mencak

- detikNews
Sabtu, 01 Agu 2009 14:07 WIB
Dokter Lamban Datang, Pengasuh Ponpes Mencak-mencak
Banyuwangi - Lambannya penanganan medis Puskesmas Klatak ke Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iah, Meneng, Ketapang Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi terhadap para santri membuat pengasuh ponpes kesal.

Apalagi sudah dua hari para santriwati ponpes mengalami demam tinggi dan batuk. Tim medis yang tiba di ponpes pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (1/8/2009) langsung disambut caci maki dari para pengurus ponpes.

Dokter Puskesmas Klatak, dr Edy yang memimpin rombongan hanya diam mendengar kekesalan yang diungkapkan para pengurus ponpes. Bahkan saat salah satu pengurus ponpes bernama Ikhtiningwartini mengungkapkan kekesalannya dengan menunjuk wajahnya, dr Edy yang saat itu tidak berkomentar apapun.

"Mana pelayanan pada masyarakat miskin?, kami sangat kecewa dengan pelayanan dokter, masak hanya mementingkan kepentingan pribadi, apa gunanya tulisan untuk melayani masyarakat di mobil ambulan itu," kata Ikhtiningwartini.

Edy kemudian meminta maaf atas keterlambatan mereka datang ke ponpes. Edy dan rombongan yang dipimpin langsung memeriksa para santri. Edy tidak mau menanggapi terlalu jauh kekesalan yang ditunjukkan oleh pengurus ponpes.

Tanpa banyak bicara, tim medis diperintahkan memeriksa 36 santri yang mengalami demam tinggi disertai batuk dan pilek. Sehari sebelumnya, tim medis Puskesmas Klatak sudah memeriksa, namun tanpa pendampingan dokter. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menyatakan kalau ke-36 santri Safi'iyah hanya menderita demam biasa.

"Hanya demam biasa, tapi masih kami pantau perkembangan kesehatan mereka," jelas Kabid, Penanggulangan an Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Banyuwangi, Indah Sri Lestari.

Sementarasantri Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iah yang awalnya menderita demam tinggi berangsur pulih. Tersisa 6 santriwati yang kondisinya masih parah. Mereka dirawat di dalam satu kamar asrama yang ada di pondok pesantren asuhan KH. Kafrawi.

Meski begitu, ponpes masih mengkhawatirkan kesehatan 6 santriwatinya yang tidak kunjung sembuh. Demam serta batuk pilek masih menyerang mereka. Ponpes berharap ke-6 santri itu bisa menjalani rawat inap di rumah sakit, namun pihak puskesmas menolaknya saat melakukan pemeriksaan ulang pada hari ini.

dr Edy kepada wartawan mengatakan jika demam yang diderita santri Syafi'iah hanya demam biasa. Puskesmas akan terus memantau perkembangan santri yang masih sakit. "Belum perlu dirawat negatif flu (babi), demam biasa, akan kami pantau terus," ungkapnya.

(wln/fat)
Berita Terkait