7 Santri Ponpes Nurul Ulum Pernah Kontak Warga Australia

Suspect Flu Babi

7 Santri Ponpes Nurul Ulum Pernah Kontak Warga Australia

- detikNews
Sabtu, 01 Agu 2009 11:13 WIB
7 Santri Ponpes Nurul Ulum Pernah Kontak Warga Australia
Blitar - 7 Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ulum Kota Blitar yang mesuspect flu babi memiliki riwayat pernah kontak dengan warga Australia yang baru melakukan kunjungan di ponpes tersebut.

Hal ini seperti dikatakan oleh Pengasuh Ponpes Purnomo Sidik, sebelumnya ponpes yang ada di Jalan Citarum Kota Blitar ini sempat menerima kunjungan dari warga Australia untuk membahas sanitasi. Kunjungan yang dilakukan warga Australia tersebut sekitar satu minggu lalu.

"Sebelumnya ponpes kami memang pernah menerima kunjungan dari warga asing, Australia untuk membahas mengenai sanitasi. Tapi kami tidak yakin itu penyebabnya," kata Purnomo kepada wartawan saat di ponpes, Sabtu (1/8/2009).

Purnomo menjelaskan, tak hanya kunjungan warga Australia, namun ada salah satu ibu santri yang terkena virus A-H1N1 dan baru saja pulang dari luar negeri sebagai TKI. Namun Purnomo enggan menjelaskan ibu dan santri tersebut.

"Salah satu ibu dari santriwati yang terkena suspect flu babi tersebut juga baru saja pulang dari luar negeri," tukasnya.

Sementara Kasi Surveiland dan Epidemologi Dinkes Kota Blitar, Azhar Anwar mengaku berdasar riwayat kontak dengan orang luar menguatkan dugaan ke-7 santriwati diduga mengalami virus A-H1N1. Sebab Pemkot Blitar sendiri saat ini kesulitan mengetahui secara pasti penyakit yang diderita santri Ponpes Nurul Ulum tersebut.

"Kalau melihat riwayatnya pernah kontak dengan orang asing bisa jadi itu suspect flu babi. Sebab kami sendiri saat ini kesulitan melakukan analisis karena minimnya alat," terang Azhar, Sabtu (1/8/2009)

Kesulitan untuk mendeteksi tersebut disebabkan karena kota Blitar tidak memiliki alat untuk mengetahui secara pasti seseorang positif mengidap virus flu Babi ini. Sedangkan alat yang disebut media trasport atau transportlover hanya dimiliki oleh daerah pandemi virus A-H1N1.

"Yang jelas jatah alat untuk mengetahui secara pasti virus ini oleh Pemprov Jatim hanya diberikan pada daerah pandemi, sedangkan Kota Blitar tidak mendapatkanya. Makanya kami kesulitan dalam memastikan ke-7 santriwati tersebut benar-benar terkena flu babi, imbasnya kami hanya mengindikasikan saja terkena flu babi," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan ke-7 santriwati Ponpes Nurul Ulum mengalami panas tinggi hingga mencapai 38,5 derajat celcius disertai batuk dan sesak nafas. Ke-7santriwati tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan kusus di Pukesmas Sananwetan Kota Blitar. (fat/fat)
Berita Terkait