Penemuan semak belukar bekas istirahat korban oleh SRU (Search Rescue Unit) II yang dipimpin Ketua SAR Kabupaten Lumajang, Pelda Sugiono ini sekitar pukul 09.50 WIB.
Tim SAR menyakini bekas tempat istirahat korban, pasalnya area blank 75 atau kawasan tebing yang memiliki ketinggian 75 meter di Gunung Semeru itu bukan sebagai jalur pendakian.
"Jalur itu bukan jalur pendakian secara umum. Itu adalah tempat berbahaya yang mana di bawah tinggi itu ada aliran lahar dingin. Dan rata-rata di kawasan tebing itu ditemukan beberapa mayat pendaki," kata Kepala Bidang Pengelolahan Taman Nasional Wilayah II aman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ir Anggoro kepada detiksurabaya.com saat berada di Posko Ranupane, Jumat (1/8/2009).
Anggoro menjelaskan, semak belukar bekas digunakan tempat istirahat korban ditemukan tanaman atau alang-alang yang dicabut dengan tangan dan ditata di atas tanah.
"Jika melihat lokasi bekas semak belukar, sepertinya korban sedang menuju Tawon Songo yang sering digunakan saat pencarian pendaki hilang," tambahnya.
Sementara informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, korban saat menuju puncak membawa botol mineral berukuran 1,5 liter berisi agar-agar cair. Dan saat turun dari puncak dan akhirnya berpisah dengan teman-temannya, botol tersebut tersisa setengah agar-agar cair.
(fat/fat)











































