Ritual tersebut pada umumnya dilakukan nelayan secara perseorangan dan sesuai keinginan. Ubo Rampe adalah nama lain dari sesaji yang dibuat oleh warga dan dilarung ke laut. Ubo Rampe terbuat dari berbagai bahan seperti beras, kunyit, dan kembang berwarna merah yang dicampur menjadi satu.
Tradisi ini dilakukan oleh nelayan Grajagan karena dalam empat pekan terakhir ini, pasca 6 nelayan yang ditemukan tewas di Perairan Pelawangan. Musibah yang terjadi tersebut dianggap para nelayan akan mempengaruhi hasil tangkapan ikan. Untuk menghindarinya, nelayan melakukan ritual tersebut.
"Kami melakukannya turun temurun dan dilakukan ketika laut makan korban saja," kata Prapto, seorang nelayan saat ditemui detiksurabaya.com di tepi pantai, Sabtu (1/8/2009).
Sesaji Ubo Rampe tersebut kemudian dibalurkan atau dioles ke perahu dan alat pancing yang digunakan oleh nelayan. Sesajen itu dioleskan ke ribuan mata pancing yang sudah ada umpannya. Selain itu tubuh para nelayan sendiri juga dibalurkan sesajen tersebut.
"Dibaluri semuanya mas, pancingnya, perahunya kalau perlu kaki dan tangan juga. Insya Allah ikan tidak akan jauh dari kami," tutur Joko, rekan satu perahu Prapto, sambil tersenyum simpul.
(fat/fat)