Pemprov Siapkan Rp 3 Miliar untuk Flu Babi

Pemprov Siapkan Rp 3 Miliar untuk Flu Babi

- detikNews
Jumat, 31 Jul 2009 13:28 WIB
Pemprov Siapkan Rp 3 Miliar untuk Flu Babi
Malang - Pemerintah Propinsi Jawa Timur menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar sebagai langkah antisipasi wabah flu babi yang menyerang wilayah Jatim.

"Awalnya hanya Rp 500 juta, terus kita lakukan penambahan sebesar Rp 2,5 miliar. Karena semakin banyaknya masyarakat atau warga Jawa Timur yang terserang virus ini," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat berkunjung ke Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim, Malang, Jumat (31/7/2009).

Menurut Soekarwo dana tersebut diambilkan dari APBD yang dikhususkan kepada antisipasi wabah flu babi. Bukan untuk pendanaan lainnya. Pemprov Jatim sendiri juga menerapkan Program Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal). Yang bertujuan untuk menfungsikan puskesmas secara penuh.

Karena selama ini, puskesmas tidak berperan penuh dalam penanganan kasus influenza. Jadi, bila ditemukan adanya indikasi masyarakat atau warga terserang virus influenza cepat akan segera tertangani.

"Bukan orang dengan suhu badan naik atau panas, langsung dibawa ke rumah sakit. Semua akan menumpuk di rumah sakit. Secara kontrol tidak maksimal. Makanya perlu dilakukan lebih dulu pengecekan di puskesmas. Untuk mengetahui indikasi yang dialami oleh pasien," imbuh Soekarwo.

Soekarwo menambahkan, saat ini Pemprov Jatim juga menyiagakan 8 rumah sakit daerah. Sebagai rumah sakit rujukan pasien terindikasi terkena flu babi. Rumah sakit itu tersebar di wilayah Jatim, diantaranya berada di Surabaya, Malang, Banyuwangi, Jember, Ponorogo, Madiun, Mojokerto dan Jombang. 

"Bila sudah terdeteksi terkena flu babi. Dapat dirujuk ke rumah sakit tersebut. Sebagai langkah penanganan berkelanjutan," ungkap mantan Sekdaprov Jatim ini.

Sekarang ini, lanjut Soekarwo, ada 35 orang di Jatim terindikasi positif terserang virus A-HINI. Mereka kini tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Tentang penyebaran virus influenza di kalangan pondok pesantren, Soekarwo menuturkan, perlunya perhatian serius lingkungan pondok pesantren secara menyeluruh.

"80 persen orang sakit, karena ketakutan. Tentang bahaya penyakit yang dialami. Maka perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk berjiwa sehat," imbuhnya.

(fat/fat)
Berita Terkait