Kini sebanyak 500 ponpes tersebar di wilayah Kabupaten Malang diperketat pengawasan kesehatan para santri serta lingkungan.
"Meski kejadian kemarin tidak sampai mengkhawatirkan kondisi santri, namun kita telah melakukan pengawasan ketat," ujar Kepala Kantor Departemen Agama Malang Musta'in di Pendopo Kabupaten Malang Jalan Kiai Haji Agus Salim, Malang, Jumat (31/7/2009).
Menurut Musta'in selain melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan para santri dan lingkungannya, masih ada permasalahan baru. Yakni para pengurus ponpes meminta bantuan masker.
Hal ini sebagai antisipasi bila ada santri terserang influenza tidak mudah menular kepada santri lain. "Mereka (ponpes,red) mengeluhkan bantuan masker," imbuh Musta'in.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Malang dr Agus Wahyu Arifin mengaku untuk masker masyarakat tidak perlu menunggu bantuan pemerintah.
Karena masker sendiri dapat dibuat sendiri tanpa mengeluarkan biaya banyak. Dia khawatir bila permintaan itu dipenuhi, akan muncul kebiasaan masyarakat untuk bantuan pemerintah.
"Terus terang saja, kita tidak punya anggaran banyak untuk itu," ungkapnya.
Agus menambahkan, apa yang menimpa ratusan santri kemarin merupakan virus flu biasa. Sebelumnya, sekitar 240 santri di tiga pondok pesantren di Kabupaten Malang secara bersamaan terserang demam, batuk, dan pilek. Mereka pun harus dikarantina agar tidak menulari para santri lainnya. (fat/fat)










































