Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) asal Jalan Karanglo I NO 14, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini dikabarkan hilang di titik 10 kilometer dari puncak Gunung Semeru, Rabu (29/7/2009) kemarin.
"Agar upaya pencarian maksimal, kami tutup untuk sementara jalur pendakian Gunung Semeru," kata Humas Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Nova Elina kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Kamis (30/7/2009).
Menurut Nova sampai kini upaya pencarian di 10 kilometer arah puncak Gunung Semeru terus dilakukan tim SAR gabungan dari Satlkak PB Pemkab Lumajang, Malang dan masyarakat setempat.
"Hingga kini kami belum dapat mengetahui pasti di mana korban. Meski telah kita lakukan penyisiran di titik korban dikabarkan hilang," imbuhnya.
Nova menambahkan, dari tiga tahun terakhir ada dua kali kejadian. Pendaki Gunung Semeru hilang saat melakukan pendakian. Di tahun 2007 lalu dua pendaki dikabarkan hilang di titik antara Pos Arcopodo-Kalimati. Namun, mereka kemudian dapat ditemukan setelah dua hari pencarian.
"Dari 2007 baru dua kali kejadian ini. Semoga kami cepat menemukan keberadaan korban," ujarnya.
(fat/fat)










































