Polisi pun merazia dan mensweeping setiap warga yang akan masuk wilayah kota, semisal di perbatasan Sumenep-Pamekasan, baik wilayah utara maupun selatan.
Bahkan warga yang ada di wilayah padat penduduk juga tak luput dari pantauan petugas. Mobil box dan mobil pribadi yang masuk kota juga di sweeping, barang-barang bawaan mereka digeledah.
Meski Polres Sumenep tidak menemukan bahan peledak maupun dugaan jaringan pelaku teroris, namun 4 pelaku pencurian hewan yang selama ini meresahkan warga berhasil dibekuk.
Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Ary Wahjudhi mengaku operasi dengan sandi kilat garam ini belum menemukan dugaan jaringan pelaku teroris yang masuk Sumenep, tapi tetap mewaspadai kemungkinan tersebut.
"Selain mengejar pelaku teroris, sasarannya juga para pelaku pencurian hewan maupun pencurian lain yang selama ini meresahkan masyarakat," terang Ary kepada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Kamis (30/7/2009).
Ke-4 pelaku pencurian yang ditangkap di tempat berbeda tersebut yakni Febri Eka Pribadi (23) warga Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget yang diduga terlibat pencurian dengan kekerasan.
Pelaku lainnya, Ali (30), warga Campur Barat, Kecamatan Ambunten diduga terlibat pencurian hewan. Taufiqurrahman (18) warga Desa Benaresep Timur, Kecamatan Lenteng diduga terlibat pencurian dengan pemberatan serta Fauzan (34) warga Desa Beragung, Kecamatan Guluk-Guluk, diduga terlibat pencurian hewan.
(fat/fat)











































