Andhika Kristiyono Putra (21), yang mendaki bersama keenam kawannya itu beralamatkan Jalan Karanglo I No 14, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Sampai Rabu petang (29/7/2009), proses pencarian mahasiswa semester 2 yang dilakukan Tim SAR gabungan belum menuai hasil. Bahkan jejaknya pun belum dapat diketahui.
Pencarian korban dikonsentrasikan sekitar 10 kilometer dari puncak Gunung Semeru. "Pencarian akan dihentikan ketika cuaca mulai gelap," ujar Humas Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Nova Elina pada detiksurabaya.com.
Proses pencarian sendiri dilakukan oleh 10 Tim SAR dari Pos Arcopodo dan Ranupane menyisir jalur pendakian hingga 10 kilometer menuju puncak Gunung Semeru. Karena terakhir kali korban diketahui di titik jalur pendakian Arcopodo-Kalimati.
Menurut Nova, ketujuh mahasiswa ini akan kembali setelah melakukan pendakian. "Kami menduga korban ini tersesat dan tertinggal enam temannya yang berjalan di depan," katanya.
Nova menambahkan tanggal 28 Juli 2009 ketujuh pendaki ini harusnya kembali melapor di Pos Arcopodo. "Karena mereka izinnya dua hari untuk melakukan pendakian sejak tanggal 26 Juli lalu," imbuhnya.
(gik/gik)










































