"Kasus positif flu babi di Jombang ini merupakan yang pertama. Karena itu, sudah termasuk dalam kategori kejadian luar biasa," kata Kasi Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang, dr Heri Wibowo kepada wartawan di kantornya, Selasa (28/7/2009).
Menurut Heri, penyebaran virus flu babi tergolong sangat cepat, terlebih lagi setelah virus itu bisa menular sesama manusia. "Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, sebab di negara tropis seperti Indonesia, virus jenis ini tidak mematikan," kata Heri.
Terkait dengan kondisi santri yang positif flu babi, Heri menyatakan kondisi mereka mulai membaik. "Memang ada lebih dari 80 santri yang dinyatakan suspect flu babi. Tapi rata-rata mereka sudah mulai membaik," kata Heri.
Dengan masa inkubasi antara 5 hingga 7 hari, setiap santri bisa terjangkit virus itu. Meski begitu, jika santri memiliki daya tahan tubuh yang cukup kebal, juga sulit tertular virus yang menelan banyak korban di negara sub-tropis seperti Meksiko.
Sementara para santri di Pondok Pesantren Tebuireng yang dinyatakan suspect virus flu babi, saat ini masih diisolasi di Asrama Ilyas. Para santri itu dilarang masuk ke asrama umum, guna menghindari penyebaran virus ke ribuan santri di pesantren.
(fat/fat)











































