Noordin Diduga Pernah 6 Bulan 'Istirahat' di Malang

Memburu Noordin M Top

Noordin Diduga Pernah 6 Bulan 'Istirahat' di Malang

- detikNews
Senin, 27 Jul 2009 18:27 WIB
Noordin Diduga Pernah 6 Bulan Istirahat di Malang
Malang - Sinyalemen Noordin M Top pernah menetap dan tinggal di Kota Malang, terus bergulir. Buronan nomor wahid Mabes Polri ini bahkan dipastikan telah tinggal selama enam bulan di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Menurut sumber detikcom, Noordin M Top pernah tinggal di rumah Hendrawan (50), buronan asal Singapura yang telah tertangkap di Solo oleh Densus 88 Anti Teror 21 Juni 2009 lalu itu.

Selama kurang lebih enam bulan buronan asal Malaysia itu menempati rumah yang berada di Perum Citra Pesona Buring Blok D 6/18, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sebelum mengontrak di Batu Juni 2008 lalu.

Semua ini menurut sumber berdinas di kesatuan TNI AD di Malang ini dari hasil pemeriksaan terhadap kroni-kroni Noordin yang sudah tertangkap lebih dulu.

"Tepatnya pada bulan keenam Tahun 2008 lalu. Noordin mulai tinggal di rumah tersebut. Itu semua hasil keterangan dari jaringan Noordin yang sudah tertangkap," ujar sumber berpangkat kapten infrantri ini.

Ditambahkan, selama itu juga Noordin diduga kuat pernah mengadakan pertemuan dengan Hendrawan dan para pelaku teroris lain di rumah itu.

Ditanya dalam persembunyian di Kota Malang ini, model penyamaran Noordin. Lelaki bertubuh kekar ini enggan menjabarkan. Karena demi kepentingan penyelidikan. "Jelas mereka melakukan penyamaran selama disini (Malang,red)," jelasnya.

Sementara itu Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infantri Ferdinand Setiawan ditemui detikcom, Senin siang ketika menghadiri lauching Samsat Corner di Malang Olympic Garden (MOG), Senin siang, menuturkan, Malang sangat mungkin menjadi tempat persembunyian para pelaku teroris.

Jika dilihat dari kondisi geografis wilayah Malang yang cocok untuk tempat peristirahatan. Makanya pada Tahun 2005 gembong pelaku terorisme yaitu Dr Azahari diketahui berada di Malang dan berhasil digerebek tempat persembunyiannya di Batu.

"Malang ini cocok untuk istirahat. Bagi mereka (teroris) sangat mungkin tinggal disini untuk istirahat atau merancang rencana," katanya.

Menurut Ferdinand untuk saat pantauan ketat di seluruh wilayah Malang telah dilakukan. Baik itu Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu.Terutama di wilayah pemukiman penduduk. Untuk mengantisipasi masuknya para pelaku teroris dan menyusup di lingkungan masyarakat.

"Makanya kini perketat pengawasan sejak di tingkat RT dan RW. Agar tidak lagi ditemukan para pelaku terorisme menyusup dan tinggal di Malang," tegasnya.

(ndr/gik)
Berita Terkait