"Saya ingatkan agar warga Sumenep lebih berhati-hati dengan orang baru. Tidak menutup kemungkinan para pelaku bom maupun jaringannya lari ke wilayah Sumenep. Lebih-lebih RT yang harus banyak tahu dengan datangnya warga baru," kata Bupati Sumenep, Moh Ramdlan Siraj di pendopo agung, Jalan dr Soetomo, Sumenep, Jumat (24/7/2009).
Permintaan bupati agar perangkat pemerintah untuk waspada karena wilayah Sumenep memiliki 20 pulau yang tidak berpenghuni. Pulau-pulau tersebut ada yang lebih dekat dengan Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Bahkan, salah satu pulau di Kangean diduga sempat disinggahi pelaku Bom Bali 1.
Dia juga berharap warga Sumenep menginformasikan dan melaporkan pada petugas kepolisian atau aparat terdekat jika ada hal yang mencurigakan di sekelilingnya. "Jangan sampai Sumenep menjadi lahan bagi pelaku dan jaringan pengebom," ungkapnya.
Sementara Camat Masalembu, Moh Mansur mengatakan, untuk wilayah Masalembu sudah melakukan koordinasi dengan muspika agar setiap pendatang dilakukan pendataan kartu tanda penduduk (KTP). Bahkan, warga yang kelihatan mencurigakan harus melalui proses pemeriksaan petugas.
"Masalembu lebih dekat dengan Kalimantan, sehingga warga yang keluar masuk harus melalui proses pemeriksaan KTP," terang Mansur kepada wartawan di pendopo agung.
Pantauan detiksurabaya.com, untuk pengawasan yang dilakukan petugas kepolisian dan satpolair Kalianget tetap berlangsung, khususnya di Pelabuhan Kalianget yang merupakan lintasan terbesar di Sumenep. (bdh/bdh)











































