Dengan demikian, keinginan keluarga agar gadis malang itu bisa disembuhkan nampaknya kurang terbukti. Kamis (23/7/2009) siang tadi, gadis yang mempunyai kelainan sejka 11 tahun lalu itu dipaksa pulang ke rumahnya.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Keluarganya sampai nangis-nangis meminta Ningsih dibawa pulang," kata Humas RSUD Situbondo, Imam Hidayat kepada wartawan, Kamis (23/7/2009).
Padahal, selain biaya pengobatan yang gratis, semua biaya makan keluarga yang menungguinya juga ditanggung pihak rumah sakit. Namun upaya tersebut tetap saja sia-sia, karena keluarga beralasan tidak betah tinggal di rumah sakit.
Kendatipun dibawa pulang, namun, pihak rumah sakit berjanji akan melakukan perawatan jalan terhadap Ningsih. "Kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar puskesmas setempat mau menurunkan tenaga medisnya, agar Ningsih bisa berobat jalan," tambah Imam.
Informasi lainnya menyebutkan, kalau Ningsih menderita retradasi mental alias kecerdasan kurang, penyakit semacam itu, tambah Imam, bisa disembuhkan dengan cara yang lama.
Salah satu penyembuhannya adalah pengobatan rutin serta meningkat perhatian terhadap anak. Jika hal ini tidak dilakukan, maka penyakit akan semakin memburuk.
Seperti diketahui, selama menderita penyakit ini, Ningsih bisa dibilang kurang mendapatkan perhatian keluarga. Maklum, Ernanik ibunya bekerja sebagai TKW ke Malaysia. Sementara Munasip berjualan minyak wangi keliling, dan baru malam hari tiba di rumah.
"Kalau pengobatan dilakukan, tetapi perhatian terhadap anak itu tidak dilakukan, maka pengobatan akan sia-sia saja, oleh karenanya, terapi untuk kesembuhan Ningsih, ya harus diperhatikan terus-menerus, semacam menggunakan baby sitter," pungkas Imam lagi.
(bdh/bdh)











































