Nelayan yang hilang bernama Eko Purnomo (33), pemuda asal Jalan Bareng Raya II G/67, Malang. Korban hilang setelah berupaya menyelamatkan diri dari keganasan ombak di Laut Pelawangan. Kapal ikan jenis slerek 'Sumber Muda' tempatnya berkerja dihantam ombak ganas hingga miring dan kandas, Rabu (22/7/2009) petang kemarin sekitar pukul 17.45 WIB.
"Korban meloncat bersama Marjan dan Upik, tapi kedua orang itu selamat karena segera berenang ke tepi pantai terdekat. Korban entah hilang kemana," jelas Sukarman, nahkoda kapal saat ditemui detiksurabaya.com di Pos Pantau TNI AL Grajagan, Kamis (23/7/2009) siang.
Eko diduga terseret arus lantaran dirinya tak bisa berenang. Dugaan itu dibenarkan oleh Sukarman. Hingga pukul 14.30 WIB, keberadaan korban belum diketahui. Tim SAR gabungan dari TNI AL, Dinas Perikanan serta Nelayan yang melakukan pencarian terhambat cuaca buruk.
"Cuaca memburuk kami putuskan untuk kembali ke Pos. Pencarian kami lanjutkan menunggu situasi reda," jelas Komandan Pos Jaga TNI AL di Grajagan, Pelda Sholeh saat ditemui dikantornya.
Di lokasi yang sama peristiwa serupa kembali terjadi pagi tadi. Sebuah kapal ikan jenis jaringan bernama 'Joko Umbaran' terbalik setelah dihantam ombak besar. Beruntung tiga awak kapal termasuk nahkoda berhasil diselamatkan nelayan lainnya. Mereka yakni, Kusno (55), Karni (50) serta Bero (45), kesemuanya nelayan asal Dusun Kampung Baru Desa Grajagan.
"Saya pulang melaut, tiba di Pelawangan tiba-tiba dari arah belakang saya dihantam ombak. Langsung terbalik, tapi saya bersyukur semua masih selamat," jelas Kusno, si Nahkoda kapal saat ditemui ditepian pantai setempat.
Tiga hari terakhir cuaca buruk terjadi di Perairan Grajagan. Para nelayan menyebutkan, ombak setinggi 4 hingga 5 meter menghantui mereka saat melaut. Meski begitu, aktivitas nelayan di Pantai Grajagan masih berlangsung seperti biasanya.
(fat/fat)











































