Namun meski begitu peluru itu belum diketahui asal pastinya sebab penyelidikan tidak dilakukan. "Kami tidak meneruskannya karena warga juga tidak mempersoalkannya," ujar Kepala Penerangan dan Perpustakaan TNI AU Lanud Iswahjudi, Sutrisno, saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (22/7/2009).
Sutrisno mengatakan bahwa sejak Senin (13/7/2009) dan berakhir hari ini, TNI AU mengadakan latihan menembak dengan sasaran udara ke udara.
Latihan sendiri dilakukan oleh pesawat tempur F-16 dan F-5. Latihan sebenarnya sudah dilakukan di atas laut dengan tujuan keamanan. Tetapi diduga masih saja ada peluru yang nyasar.
Dan setelah mendapat laporan bahwa ada peluru nyasar, pihak TNI AU segera mendatangi dua rumah warga yang diterjang peluru tersebut. TNI AU ingin datang untuk memberi ganti rugi warga. Tetapi setelah didatangi, kata Sutrisno, warga malah tidak mau diberi ganti rugi dengan alasan kerusakan yang ditimbulkan tidak parah.
"Warga bahkan mengucapkan terima kasih karena pihak TNI AU sudah mau datang ke warga. Warga sendiri juga tidak mempersoalkan," tambah Sutrisno.
Sebelumnya diberitakan bahwa warga Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung, Pacitan
geger karena 3 anak peluru masing-masing sebesar ibu jari orang dewasa jatuh pada tiga lokasi berbeda.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun peristiwa tersebut sempat menyita perhatian warga sekitar. (gik/gik)










































