Akhirnya Ningsih Mendapat Perawatan di Rumah Sakit

Gadis Pemakan Jari

Akhirnya Ningsih Mendapat Perawatan di Rumah Sakit

- detikNews
Rabu, 22 Jul 2009 14:45 WIB
Akhirnya Ningsih Mendapat Perawatan di Rumah Sakit
Situbondo - Keinginan keluarga Ningsih (19), akhirnya terkabul. Gadis yang sudah hampir 11 tahun menderita penyakit aneh dengan memakan jari-jarinya itu, kini mendapat perawatan di rumah sakit.

Ningsih datang ke RSUD Situbondo, Rabu (22/7/2009) dengan dijemput langsung oleh tim medis di rumahnya di Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo Jawa Timur.

Kedatangan Ningsih di ruang instalasi gawat darurat (IGD), sempat membuat miris beberapa pesien. Bahkan, sejumlah perawat terlihat iba ketika melihat kondisi fisik Ningsih. "Ya Allah, kasihan anak ini," celetuk salah satu perawat, sembari membalut beberapa luka Ningsih dengan perban.

Saat berada di ruang IGD, gelagat Ningsih memang tampak tidak senang dengan ruangan serba putih itu, setelah dinasehati oleh tim dokter yang menanganinya, akhirnya gadis itu mau juga dirawat.

Rencananya, Nining, panggilan akrab gadis ini, akan dirawat di ruang khusus. Tentunya dengan biaya pegobatan gratis, bahkan kebutuhan keluarga yang menemani Ningsih selama menjalani perwatan, juga akan ditanggung pemerintah.

Selama dalam masa perawatan, Ningsih akan dirawat oleh dokter spesialis syaraf, dan akan didatangkan psikiater. Itu dilakukan, dalam rangka penyembuhan anak tersebut. "Jika memang nantinya RSUD tidak mampu, kami akan merujuknya ke RSUD di Jember," terang Imam Wahyudi, Kabid Humas RSUD Situbondo, kepada detiksurabaya.com.

Sementara itu, Bunira dan Munasip mengaku sangat senang dengan dirawatnya Ningsih, mereka berdua berharap, agar Ningsih segera sembuh dari penyakitnya. "Kami juga akan terus berdoa, semoga anak itu dapat sembuh," terang Munasip.

Selama di ruang IGD, walapun dengan bahasa Madura yang amburadul, mulut Ningsih tak henti-hentinya mengucapkan "Akoa ka mecia mak (saya mau bekerja ke malaysia bu). Mungkin dia ingat dengan ibunya yang menjadi TKW di Malaysia," ungkap Bunira, nenek gadis malang ini.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini