Hal ini diungkapkan psikiatri RSU dr Soetomo Surabaya, dr Didi Aryono Budiyono SpKJ saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (21/7/2009).
"Anak ini tergolong memiliki IQ rendah yang sangat berat. Selain itu pengendalian dirinya sangat buruk," kata dr Didi.
Dia menjelaskan, pada pasien yang mengalami jenis ini karena mengalami kelainan sel otak. Kelainan itu bisa jadi bermula saat masih kecil sudah mengalami radang otak atau sakit, namun dibiarkan saja. Akhirnya kondisinya memburuk dan pertumbuhannya sangat kurang.
"Pada kasus kelainan ini, jarang terjadi di Jatim khususnya di Indonesia. Namun jangan diremehkan kasus tersebut, karena si anak bisa semakin tidak terkendali bahkan bisa nyaris menjadi animal like," jelasnya.
Jalan satu-satunya, tambah dr Didi, gadis ini harus diobati secara ritun dan dilakukan terapi dengan pengawasan baby sitter. Jika tidak, pengobatan tersebut akan sia-sia. Karena sifatnya yang sudah nyaris animal like.
"Tanpa pengawasan baby sister terapi tidak bisa dilakukan. Karena penyakit ini bisa terjadi seumur-umur dan tidak bisa sembuh," tambahnya.
(fat/bdh)










































