"Kalau adiknya normal-normal saja, gadis yang sepentaran dengan dia sudah ada yang berkeluarga, mungkin ini cobaan bagi keluarga dia," tutur Ahmadi, salah seorang tetangga Ningsih saat berbincang dengan wartawan di Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Selasa (21/7/2009).
Sampai saat ini ujar Ahmadi, meski keluarga Ningsih yang hidup dengan serba kekurangan namun tetap menginginkan gadis ini bisa hidup normak kembali. Mereka tidak tega melihat gadis ini memakan daging lengannya sendiri.
"Kalau dulu saya pernah dapat bantuan (sekitar tiga tahun silam), katanya sih dari pemerintah, sekarang katanya mau diusulkan, ya mudah-mudahan dapat," ungkap Ahmadi.
Rencana ke depan, jika memang nantinya Ningsih mendapatkan bantuan pengobatan, keluarga akan memeriksanya secara medis ke dokter. "Paling tidak dia bisa menghilangkan kebiasaannya memakan dagingnya sendiri," tambahnya.
Saat detiksurabaya.com berkunjung ke rumah keluarga itu, yang terlihat hanya tempat tidur dan almari pakaian. Tidak terlihat adanya televisi maupun alat elektronik lainnya di ruangan berukuran sekitar 4 X 4 meter itu.
Lebih-lebih, di kamar berdinding gedeg (anyaman bambu) yang telah bertahun-tahun dihuni oleh Ningsih, hanya terdapat sebuah tempat duduk dari bambu yang sehari-hari digunakan untuk tidur gadis malang itu.
(bdh/bdh)











































