Tabungan Nenek Amblas Setelah dapat Kabar Anaknya Sakit

Tabungan Nenek Amblas Setelah dapat Kabar Anaknya Sakit

- detikNews
Minggu, 19 Jul 2009 18:51 WIB
Tabungan Nenek Amblas Setelah dapat Kabar Anaknya Sakit
Kediri - Malang menimpa Sulikah, nenek berusia 70 tahun yang tercatat tinggal di Desa Kayen, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Dia justru kehilangan uang miliknya senilai Rp 72 juta, setelah mendapatkan kabar anaknya menderita sakit.

Kemalangan korban bermula saat dia mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku kenal dekat dengan Budi Setiawan, anaknya yang saat ini bekerja sebagai TKI di sebuah industri baja di Jepang. Dalam percakapan telepon tersebut, penelpon mengabarkan anak korban mengalami kecelakaan kerja dan harus segera menjalani operasi. Untuk pembiayaannya, sang penelpon meminta agar korban segera mentransfer uang yang dimilikinya, dan apabila tidak dipenuhi nyawa anaknya tidak akan tertolong.

Mendapatkan kabar demikian, korban tak berfikir panjang dan langsung mengirimkan uang ke rekening yang disebutkan sang penelpon melalui ATM Bank CIMB Niaga cabang Kota Kediri. Dasar malang, baru beberapa langkah keluar dari bank anaknya menelpon dari Jepang dan mengabarkan saat ini dalam kondisi sehat. Sadar menjadi korban penipuan, dia langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke aparat kepolisian.

"Kami mendapatkan laporan kejadian ini dari bagian SPK tadi pagi, dan secepatnya anggota akan melakukan penanganan," kata KBO Reskrim Polresta Kediri Iptu Surono, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Minggu (19/7/2009).

Dalam melakukan penanganan kasus tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bank CIMB Niaga guna megetahui pemilik rekening yang menjadi tujuan transfer. Hal ini diharapkan dapat mengungkap pelaku penipuan tersebut.

"Tadi pagi anggota sudah menelpon ke pihak bank dan dijanjikan untuk diberitahu pemilik rekening secepatnya. Semoga pelaku tidak langsung menutup rekening miliknya," jelas Surono.

Ditanya mengenai kemungkinan adanya unsur gendam dalam kejadian tersebut, mengingat korban dengan mudah menuruti kemauan pelaku, Surono tidak membantahnya. Atas dasar tersebut, dia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai setiap permintaan orang yang tidak dikenalnya, terlebih apabila disampaikan melalui telepon.

(bdh/bdh)
Berita Terkait