Susilo, salah satu staf kamar jenazah RSUD Dr Soedono kepada detiksurabaya.com, Minggu (19/7/2009) mengatakan bahwa kondisi jenazah masih dalam bentuk 9 potongan, dan belum dimasukkan ke dalam peti. Pihak rumah sakit masih menunggu instruksi dari Polwil Madiun, karena pihak keluarga masih melakukan pengurusan surat pengambilan jenazah.
"Belum diambil keluarga kok jenazahnya, kita belum mendapat perintah dari Polwil dan disini juga sepi tidak ada satu anggota keluarga yang ke sini hari ini," jelas Susilo.
Susilo menambahkan, Sabtu (18/7/2009) kemarin pihak kampus STIKES Jombang bersama perwakilan keluarga mendatangi rumah sakit untuk mengambil jenazah Ayu. Namun permintaan itu ditolak karena belum mengantongi izin dari kepolisian baik Polwil Madiun maupun Polda Jatim.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Magetan sempat digegerkan dengan penemuam mayat mutilasi di sekitar Telaga Sarangan. Setelah dilakukan penyelidikan, mayat tersebut adalah Ayu Wulandari, mahasiswi STIKES Jombang.
Ayu menjadi korban mutilasi yang dilakukan oleh teman prianya yang bernama Gilang Maulana (22), seorang mahasiswa semester 4 Universitas Ponorogo. Alasan Gilang hingga tega menghabisi Ayu karena, korban menolak saat diajak berhubungan badan karena tengah menstrusasi.
(stv/bdh)











































