Puluhan Siswa SD di Kediri Kecam Ledakan Bom di Jakarta

Puluhan Siswa SD di Kediri Kecam Ledakan Bom di Jakarta

- detikNews
Sabtu, 18 Jul 2009 13:02 WIB
Puluhan Siswa SD di Kediri Kecam Ledakan Bom di Jakarta
Kediri - Ledakan bom yang terjadi di Jakarta mengundang keprihatinan sejumlah kalangan. Tak terkecuali di Kabupaten Kediri. Sekitar 50 siswa SD Muhammadiyah Assalam mengungkapkan keprihatinan dan kutukannya dengan aksi damai.

Aksi damai yang digelar bertepatan peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW digelar di halaman SD Muhammadiyah Assalam di Desa/Kecamatan Gurah, Kediri. Dalam aksinya selain berorasi, bocah-bocah SD tersebut juga membentangkan sejumlah poster mengecam aksi pengeboman tersebut.

"Islam Cinta Damai, Islam Anti Teroris, Jangan Bom Indonesiaku. Indonesia Sudah Merdeka, jangan Musuhi Indonesiaku," sejumlah ungkapan kecaman dalam poster yang dibentangkan, Sabtu (18/7/2009).

Aksi ini tidak hanya diisi orasi dan membentangkan poster, namun ada pembacaan puisi berisikan doa agar pelaku terorisme secepatnya menghentikan aksinya. Mereka mengenakan pita hitam di lengan kirinya
sebagai tanda berduka.

"Indonesiaku diledakkan Indonesiaku menangis, kenapa bom itu diledakkan. Ya Alloh sadarkan mereka yang telah jahat kepada negeriku, Ya Alooh ingatkan mereka agar tidak menyakiti negeriku," ungkap Annisa Nur Afrida dalam puisi yang dibacakannya.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Assalam, Yosi Tiara mengaku mengaku aksi ini bentuk pendidikan agar para siswa memiliki kepekaan dalam menyikapi satu kejadian.

"Kebetulan moment kali ini sangat tepat. Aksi peledakan bom selalu dikaitkan dengan Islam, dan kami ingin mengejarka jika islam sebenarnya tidak demikian," katanya. 

Sementara puluhan siswa melanjutkan aksinya dengan membagi-bagikan makanan dalam bentuk siap santap dengan kemasan kotak kardus, kepada sejumlah fakir miskin dan kaum duafa di sekitar sekolahnya.

"Kami ingin dengan saling berbagi ini mereka juga bisa lebih memahami Islam adalah rohmatan lil alamin, dengan tidak ada ajaran kekerasan di dalamnya," jelas Yosi.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait