Ustad Ainul Yaqin Ali Imrony, pengasuh ponpes memimpin langsung jalannya salat yang dilaksanakan sekitar 30 menit tersebut.
Salat dilakukan, sebagai bentuk keprihatinan dan ikut mendoakan semua korban ledakan bom yang terjadi di Jakarta.
"Semoga arwah korban yang meninggal diterima di sisi Allah, dan semoga keluarga korban yang ditinggalkan juga tabah, menerima cobaan ini," tegas Ustad Ainul Yaqin Ghufron Ali Imrony.
Gus Inul -panggilan akrab Ustad Ainul Yaqin- meminta agar polisi dapat menangkap pelaku bom yang telah memakan korban tersebut.
Gus inul bersama semua santrinya juga akan terus mendoakan agar polisi yang memiliki kewajiban mengungkap dan menangkap pelaku bom itu, dapat diberi kemudahan.
"Kami akan terus berdoa agar polisi dapat diberi jalan keluar dalam menuntaskan kasus ini," tambah ustad yang juga adik kandung ketua MUI Situbondo KH R Abdullah Faqih Ghufron itu. (gik/gik)










































