Warga yang sebelumnya menerima raskin, namun sejak 5 tahun terakhir ini tak lagi menerima beras subsidi untuk keluarga miskin. Emosi warga tak terbendung setelah, Kamis (16/7/2009) tengah malam, warga menangkap truk bermuatan raskin. Pada Kamis tengah malam itu, truk yang belakangan diketahui bernopol M 7220 DS diketahui warga tengah menurunkan beras.
"Setelah kami gerebek, ternyata beras yang diturunkan itu adalah beras raskin. Karena curiga, kami berusaha menggagalkan pendropingan beras raskin tersebut," beber seorang tokoh masyarakat desa Pasangger Laok, Bakri, Jumat (17/7/2009).
Bakri mengaku, pada Kamis malam, pihaknya bersama puluhan warga lainnya memang sedang siskamling. Terlebih desanya bakal menggelar pilkades. "Karena bakal ada pilkades, kami bersama puluhan warga lainnya bersiskamling saban malam. Siskamling itu kami gelar untuk mengamankan situasi kampung," jelas Bakri.
Saat siskamling itulah, Bakri bersama puluhan warga melihat truk yang mencurigakan berhenti di depan seorang pamong desa. Saat didekati, ternyata truk itu mengangkut beras raskin.
Bakri bersama puluhan warga menaruh curiga atas kedatangan truk bermuatan raskin itu. Kecurigaan warga bertambah, lantaran tidak biasanya beras raskin dipasok tengah malam. Karena curiga, Bakri lalu mengajak seluruh warga untuk menggerebek truk dan isinya.
"Pada saat warga hendak mengamankan sopir dan kenek truk, ternyata mereka kabur dengan melarikan truknya. Warga pun lalu mengejarnya. Setelah kejar-kejaran sepanjang lima kilometer, warga akhirnya berhasil menangkap truk dan diserahkan ke mapolsek," tutur Bakri.
Karena ingin mengetahui hasil penyelidikan, Bakri lalu mengajak puluhan warga melurug Mapolsek Waru. Bakri meminta polisi untuk serius menyidik dan menghukum siapa saja yang berada dibalik pendropingan beras raskin untuk Desa Pagengser Laok. Wajar jika saja puluhan warga yang melurug Mapolsek Waru itu kesal.
"Kami telah 5 tahun ini tak lagi mendapat bantuan raskin. Padahal, sebelumnya kami tercatat sebagai penerima beras raskin," serga Bakri.
Kapolsek Waru, AKP Abdullah enggan memberikan keterangan pers. "Kami sedang mendalami kasus raskin ini. Coba nanti setelah selesai pemberkasan, kami akan memberikan keterangan kepada wartawan," kelitnya.
Abdullah menolak memberikan identitas sopir dan kenek truk pembawa raskin.
(fat/fat)










































