Diduga Suspect Flu Babi, 10 Santri Ponpes Gontor Diisolasi

Diduga Suspect Flu Babi, 10 Santri Ponpes Gontor Diisolasi

- detikNews
Kamis, 16 Jul 2009 13:07 WIB
Diduga Suspect Flu Babi, 10 Santri Ponpes Gontor Diisolasi
Ponorogo - Penyebaran virus flu babi atau H1N1 mulai merambah ujung barat Jatim. Tercatat ada 10 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor dirawat di RS Aisyah Ponorogo karena diduga terjangkit flu babi.

Salah satu pengurus Ponpes Gontor mengatakan ke 10 santrinya tersebut mengalami panas dan batuk sejak 2 terakhir. Dari riwayatnya tidak ada kontak dengan hewan di ponpes. Kemungkinan mereka tertular seseorang yang berkunjung ke ponpes. Namun untuk antisipasi maraknya flu babi pihaknya langsung membawa ke RS Aisyah Jalan Dr Soetomo Ponorogo.

"Sudah 2 hari terakhir mengalami demam dan batuk karena khawatir lagi marak flu babi maka langsung kita bawa ke RS ini," jelas Indro kepada wartawan di ruang isolasi, Jumat (16/7/2009) .

Sementara salah satu dokter, dr Ruliana mengatakan ke-10 pasien pertama masuk mengalami gejala demam lebih dari 38 bahkan sampai 39,4 derajat celcius.

"Pertama masuk 38-39 derajat celcius dan mengalami batuk serta mual dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi," kata Ruli.

Dia menambahkan, ke-10 pasien itu dirawat di dua ruangan yakni ruang isolasi dan ruang arofah. Selain itu pihaknya telah memberikan tamiflu. Rencanaya, ke-10 pasien suspect flu babi ini akan diambil sampel lendir dari tenggorokan dan dikirim di laboratoriun Jakarta.

Sementara Direktur RS Aisyah Ponorogo, dr Rini Krisnawati mengaku bahwa 10 pasien tersebut dinyatakan suspect flu babi karena dirawat secara mendadak dalam 2 kali dalam sehari.

"Kesemuanya kita duga terkena H1N1 dan kita tetap akan lakukan tes cairan lendir di tenggorokannya kemungkinan nanti sore akan dilakukan oleh tim kita," jelas.

Rini menambahkan, untuk kesiapan dalam penanganannya kali ini pihak RS telah menyediakan 150 butir tamiflu untuk jangka waktu 5 hari ke depan dalam perawatan 10 pasien tersebut.

Ke-10 santri itu yakni RY (13) asal Malang, IS (18) asal Kalimantan, AS (15) asal Surabaya, FI (16) asal Makasar, MA (14) asal Jakarta, BG (13) asal Pasuruan, FD (13) asal Jakarta, HF (18) asal Tuban, AW (14) dr Jogja dan AB (12). (fat/fat)
Berita Terkait