Warga pun khawatir dan resah dengan melebarnya rekahan tanah yang diperkirakan berkedalaman sekitar 8 meter. Pasalnya tembok rumah Okky setinggi 4 meter pun tak terlihat lagi di air dan lumpur yang keluar dari rekahan tanah itu. Rekahan tanah itu masih mendidih disertai bau gas yang menyengat.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, Rabu (15/7/2009) rumah Hj Ismiati (61) sekitar 50 meter dari rumah Okky yang dibanjiri air lumpur setinggi 20 cm saat ini sudah surut. Hal itu karena pihak BPLS sudah berupaya menyedot air dan lumpur dengan memompa dan dibuang di saluran yang ada.
Meski begitu ibu yang memiliki 3 anak dan 3 cucu ini resah. Wanita yang sudah menempati rumahnya sekitar 70 tahun itu bingung harus mengungsingkan harta benda dan keluarganya.
"Saya masih bingung, jangan-jangan rumah saya ikut ambles. Karena melihat dari rumah Pak Okky, pagar temboknya sudah masuk lumpur. Mungkin hari ini, saya berencana mengungsi ke rumah saudaranya," kata istri Alm Purn Muji kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Sementara data yang dihimpun, jumlah warga yang akan mengungsi di RT III berjumlah 54 KK dengan total 166 jiwa. Barang-barang milik mereka diungsikan di rumah kerabat, sedangkan warganya akan menempati kantor Kecamatan Porong dengan fasilitas tenda.
"Pengungsian warga ini dibantu 1 pleton Brimob Polda Jatim yang ada di Porong, 1 pleton Polres Sidoarjo, 1 pleton anggota Polres Sidoarjo dan satpol PP," kata Kapolsek Porong, AKP Djunaidi Arisubekti.
(fat/fat)











































