"Memang benar semalam ada 3 dokter asal BBLK yang datang, dan berdasarkan laporan yang saya terima ketiganya datang dan langsung melakukan pemeriksaan sekitar jam 11 malam kemarin," kata Direktur RSUD Nganjuk Eko Sidartak saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (15/7/2009).
Kedatangan tim dokter asal BBLK Surabaya diakui oleh Eko atas perintah dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, setelah pihaknya memberi laporan terkait temuan pasien suspect flu babi.
"Ini termasuk seruan bapak presiden semalam yang menyatakan sebaran flu babi sudah dinyatakan KLB. Jadi begitu kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, langsung dikirim 3 dokter tersebut," jelas Eko.
Sementara sampel darah korban akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Kesehatan RI di Jakarta.
"Itu merupakan protap atas penanganan suspect fu babi dan hasilnya akan dapat diketahui dalam 4 hari ke depan. Jika memang nantinya negatif, korban akan kami izinkan pulang, tapi jika positif akan kami rujuk ke rumah sakit penanganan flu babi terdekat," ungkap Eko.
Ditanya mengenai kondisi korban saat ini, Eko mengaku belum mendapat laporan detail. Meski begitu berdasarkan pantauan terakhir Selasa malam, suhu badan korban sudah mulai menurun. Meski masih ada gangguan pernafasan dan batuk.
Sebelumnya, INL (18), siswa kelas XII SMA Negeri 2 Nganjuk terpaksa harus dikarantina di ruang khusus di RSUD Nganjuk, setelah suhu badannya naik mencapai 38,5 derajat celcius. Korban diduga terjangkiti virus H1N1 setelah seminggu sebelumnya pulang dari Amerika dalam menjalani program pertukaran pelajar.
(fat/fat)











































