Kejadian pertama diketahui warga sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum bangunan teras, terlebih dulu bangunan taman yang tiba-tiba amblas dengan mengeluarkan gemuruh. Sedangkan kejadian kedua terjadi pada pukul 11.45 WIB, tiba-tiba tembok rumah yang berada di samping roboh akibat kejadian itu.
Selang 5 menit kemudian, bangunan gudang yang berada di samping rumah Okky juga mengalami hal yang serupa. Bangunan itu juga amblas ke dalam tanah hingga mengakibatkan rusak berat.
Menurut Ketua Divisi Gas BPLS Doddy Irawan kepada wartawan di lokasi kejadian mengaku, kejadian ini diperkirakan akibat material tanah yang berada di bawah rumah Okky banyak yang tersedot keluar bersama bubble.
"Setiap detiknya, menurut dia kurang lebih 24 liter per detik air lumpur, bercampur pasir keluar dari bubble itu," ujar Doody.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, hingga pukul 12.30 WIB, petugas BPLS sudah berada di lokasi. Mereka hanya terlihat berjaga sambil terus mengukur kadar gas yang keluar dari bubble. Selain itu mereka juga mengimbau kepada seluruh warga agar tidak mendekat ke lokasi bubble yang sampai saat ini masih menyembur setinggi 50 cm. (bdh/bdh)










































