Berdasarkan data sementara yang diperoleh dari Panwas kota Blitar, pasangan capres SBY-Boediono mampu merebut suara hingga 60 persen dari total suara sah.
"Kalau kita lihat dari data sementara, perolehan suara untuk pasangan Megawati harus kalah dengan pasangan SBY yang mampu meraih suara hingga 60 persen," kata Ketua Panwas kota Blitar, Dadik pada wartawan, Kamis (9/7/2009).
Dari data yang dimiliki Panwas Kota Blitar, pasangan nomer urut 1 Megawati mendapatkan suara sebanyak 21.153, sedangkan pasangan capres SBY mampu meraih mayoritas suara dengan jumlah perolehan mencapai 48.843 suara. Disusul dengan pasangan capres Jusuf Kalla yang hanya mampu meraih suara sebanyak 4.087. Suara sah versi Panwas Kota Blitar sebesar 74.083.
Hal yang sama juga terjadi di wilyah Kabupaten Blitar, padahal wilayah ini merupakan wilayah basis pemilih dari partai PDIP. Saat pemilu legeslatif l(Pileg) lalu, partai berlambang banteng moncong putih ini mampu mendominasi kemenangan di seluruh wilyah kecamatan.
Namun sayang, saat Pilpres digelar kemarin justru pasangan capres Megawati tak berkutik di kandang banteng. Pasangan Mega justru kalah telak dengan SBY-Boediono hingga membuat perolehan suara terpaut sangat jauh.
Berdasarkan data sementara yang masuk di KPUD Kabupaten Blitar, pasangan Mega-Prabowo hanya mampu meraih suara sebanyak 224.254, pasangan SBY-Boediono dengan 365.785 suara, serta JK-Wiranto meraih suara sebanyak 31.903.
"Ini merupakan sejarah baru di wilayah Kabupaten Blitar mengingat selama ini PDIP selalu mendominasi suara di wilayah kabupaten Blitar," ujar Aminudin Fahruda, anggota KPUD Kabupaten Blitar.
Jumlah DPT di kabupaten Blitar pada saat pilpres mencapai 973.702, dengan jumlah suara sah mencapai 621.942. "Berdasarkan suara sementara yang masuk ke KPUD kabupaten Blitar, pasangan SBY unggul lebih dari 100.000 suara dari pasangan Mega-Prabowo yang hanya mampu meraih suara sebanyak 224.254 suara," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































