Suzuki Swift warna biru bernomor polisi L 1556 CK yang dikemudikan oleh Andrianto (28), warga Perum Permara Blok G 23, Kota Tulungagung bersama Fan Hartanto (230, warga Jalan Klampis, Surabaya rusak berat akibat dicium KA Rapih Dhoho jurusan Surabaya-Blitar.
Suzuki Swift sempat terguling-guling dan terseret hingga 10 meter. Meski demikian, 2 penumpangnya hanya mengalami luka ringan di bagian tangan dan kepala.
"Saat akan masuk perlintasan saya tidak melihat adanya kereta, tapi begitu ujung mobil saya masuk tiba-tiba ada kereta melaju. Saat itu juga saya berusaha injak pedal gas agar segera meninggalkan rel, tapi justru terlambat," kata Andrianto, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Mengenai keajaiban yang didapatnya dengan berhasil selamat, meski mobil yang dikemudikannya sempat terguling dan terseret, Andrianto hanya menyebut mukjizat tuhan. "Nggak tahu juga kenapa, tapi ya ini mungkin mukjizat dari tuhan," ujarnya enteng.
Secara terpisah Kapolres Tulungagung AKBP.Rudi Kristantio yang langsung datang ke lokasi kejadian mengatakan, hasil analisa jajarannya kecelakaan tersebut terjadi lantaran sikap kurang berhati-hati yang ditunjukkan oleh pengemudi mobil.
"Kalau pengemudi memperhatikan rambu-rambu yang terpasang itu, pasti kecelakaan ini tidak akan terjadi. Ini jelas terjadi karena kelalaian pengemudi mobil," ungkap Rudi.
(gik/gik)










































