Aksi protes ini langsung dilakukan Zainur Ridloh, Ketua Tim pemenangan Mega-Prabowo, serta Anton dari tim pemenangan JK-Wiranto. Kedunya langsung melontarkan pertanyaan kepada Halis Budiarto selaku Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS).
Terkait keberadaan TPS yang berdekatan dengan kantor pemenangan pasangan capres SBY-Boediono itu, menurut Halis merupakan petunjuk yang diterima dari Panitia Pemungutan Suara (PPS). "Ini merupakan petunjuk dari kelurahan, kami hanya menjalankan tugas," tegas Halis Buharto.
Ada beberapa alasan, kenapa tempat pemungutan suara ini disoal. Diantaranya memang karena sesuai aturan, kalau TPS harus minimal berada 50 meter dari tempat yang dianggap tidak netral. "Selain itu, ini kan juga mempengaruhi psikologis pemilih," tambah Anton.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, TPS 05 yang dipersoalkan itu berada persis di sebelah kantor pemenangan pasangan capres SBY-Boediono. Bahkan di depan halaman rumah itu juga nampak jelas masih terdapat bendera, serta foto SBY yang bertuliskan "SBY for Presiden".
Dua tim ini berjanji akan melakukan klarifikasi lanjutan atas kasus tersebut. Bahkan tim sukses pasangan Mega-Prabowo mengancam akan mengintruksikan penghitungan ulang atas kasus tersebut.
"Itu sudah menyalahi prosedur dan aturan, jika nanti kami menemukan adanya kesalahan, kami akan meminta untuk pemungutan suara Pilpres di Situbondo harus dihitung ulang," tegas Zainur lagi.
(bdh/bdh)











































