Warga yang mengetahui kebakaran di rumah Musran berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Seperti pompa air diesel dan mengambil air dari sungai terdekat. Ditaksir akibat amukan si jago merah, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Salah seorang saksi mata warga desa setempat, Warsimin mengaku saat rumah milik Musran terbakar, pemilik rumah Musran dan keluarganya sedang ke sawah sedang memanen padi di sawahnya.
"Tidak ada yang tahu dari mana api berasal karena tahu-tahu rumah Musran sudah terbakar," katanya.
Warsimin menuturkan, saat rumah terbakar korban sedang menyimpan uangnya di bawah kasur kamar yang diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
"Rencananya uang tersebut akan dipakai untuk membangun rumahnya dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Saat mengetahui rumahnya terbakar, Musran pulang dan berusaha menenangkan istrinya yang menangis meratapi rumahnya yang ludes.
"Bagaimana lagi, lha kami sudah tidak bisa mengharapkan kedatangan PMK karena mereka pasti datangnya lama," terang salah seorang warga dengan kesal.
(fat/fat)











































